Kepemilikan Lahan Jadi Masalah Utama Pengelolaan Pesisir di Semarang

Semarang - KKMKS. Pada hari Selasa, 8 September 2015, mulai pukul 08.30 - 13.00 WIB, KKMKS kembali menyelenggarakan rapat koordinasi. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD) se-Kota Semarang, beberapa CSR perusahaan yang ada di Kota Semarang dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkaitan dengan pelestarian mangrove.

Pada rapat kali ini, diawali dengan pemaparan dari pihak Dinas Pertanian Kota Semarang mengenai kondisi mangrove di Kota Semarang. Dari hasil pemaparan, ternyata banyak masalah terkait rehabilitasi mangrove di Kota Semarang.

Salah satu hal yang paling sering dibicarakan dan menjadi masalah utama saat ini adalah masalah kepemilikan lahan yang belum ada kejelasan.

Rapat dilanjutkan dengan pemaparan program-program yang telah dilakukan oleh semua undangan yang hadir, sebagai bahan evaluasi dan penyampaian program yang akan dilaksanakan nanti di tahun 2016.

"Rapat kali ini sebagai agenda penyampaian program kerja dari masing-masing SKPD untuk dianggarakan di tahun depan," jelas Presiden KeSEMaT, Fahmi A. B. yang turut hadir dalam rapat koordinasi ini.

Dari undangan rapat yang hadir, banyak yang memiliki program untuk rehabilitasi mangrove, walaupun sebenarnya bukan dalam kapasitasnya.

Tingkat kepedulian masyarakat, pejabat dan perusahaan terhadap kelestarian mangrove di Semarang juga masih sangat tinggi.

Rapat berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan beberapa kesimpulan dan rekomendasi program kegiatan mendatang di tahun 2016. (GRE).